Keputusan Zlatan Ibrahimovic meninggalkan Barcelona menuju AC Milan, layak disebut langkah brilian dari seorang pemain jenius. Sadar kemampuannya tak maksimal di Spanyol, Ibra kembali ke Italia yang pernah ditaklukkannya bersama Inter Milan.Hasilnya, kaki dan kepala Ibra kembali membuktikan ketajamannya. Di pentas Liga Champions, setelah memborong dua gol ke gawang Auxerre di laga pertama Grup G, bomber asal Swedia tersebut kembali menjadi penyelamat Rossoneri, julukan Milan. Menghadapi mantan klubnya, Ajax Amsterdam di Amsterdam Arena, Rabu, 29 September dini hari Wita, gol Ibra pada menit ke- 37 mampu membalas gol Mounir El Hamdaoui pada menit 23’.
"Hasil yang menyenangkan. Ya benar saya mencetak gol, tapi teman-teman banyak membantu. Sangat penting bisa mendapatkan poin dari Ajax," ungkap Ibra seperti dilansir AFP.
Tampaknya Milan memang sudah puas dengan mendapat satu poin. Allenatore Massimiliano sama sekali tidak mempermasalahkan sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan Ibra dkk di babak kedua. "Tim sudah main bagus. Tidak kalah di Amsterdam adalah hasil positif," jelasnya.
Gol Ibra tidak hanya menyamakan kedudukan. Tapi, aksi itu juga sukses membikin down mental penggawa Ajax. Kalau selama setengah jam pertama mereka bermain sangat agresif, setelah gol itu anak buah Martin Jol tersebut lebih banyak bertahan.
Gejala itu masih terbawa hingga babak kedua, sehingga tak ada gol tambahan yang dicetak kedua tim. Dalam 45 menit terakhir, Luis Suarez dkk juga tidak banyak membuka peluang gol.
"Saya pikir, kami bermain sangat bagus dan berhak menang. Jangan lupa juga, kami melawan tim besar yang sangat terorganisasi," ucap El Hamdaoui kepada Associated Press. Pemain yang baru direkrut Ajax musim panas lalu itu boleh tidak puas, namun pelatih Martin Jol tidak setuju. Dengan kondisi skuad yang tidak fit, hasil imbang cukup memenuhi ekspektasi Jol
No comments:
Post a Comment