Selama hampir dua musim mengarsiteki PSPS, Gurning telah tiga kali mengalahkan Persebaya. Di tiga kali kemenangan itu, Persebaya diarsiteki pelatih yang berbeda-beda. ”Saya hanya mengintruksikan pemain agar bermain sederhana saja, dan tetap fokus selama pertandingan,” kata Gurning.
Kemenangan pertama diraih ketika kedua tim masih sama-sama berada di divisi utama. Saat itu, tim asal kota Pahlawan diarsiteki Arcan Iurie (saat ini melatih Semen Padang). Pada perebutan tempat ketiga divisi utama, Gurning berhasil menggelontor Persebaya dengan skor telak 5-1 di Samarinda, dan membawa PSPS promosi ke ISL. Padahal ketika itu, Persebaya menjadi favorit terkuat untuk mengalahkan PSPS.
Kemenangan kedua didapat Gurning di putaran pertama lalu, dengan skor yang juga menyakinkan, 4-1 di Pekanbaru. Ketika itu, Persebaya masih dilatih Danurwindo.
Jika melihat perbandingan kualitas kedua pelatih ini, tentu sangat jauh berbeda. Danur-sapaan akrab Danurwindo-, adalah mantan pelatih Timnas dan juga instruktur kepelatihan lisensi A. Sedangkan Gurning, tidak termasuk dalam jajaran pelatih ternama di Indonesia. Prestasi terbaiknya, mengangkat PSPS promosi ke ISL musim ini.
Kemenangan ketiga, meski hanya menang 1-0, Rabu (31/3), kemenangan itu menjadi sangat berarti, karena didapat di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, markas Persebaya yang konon angker untuk lawan-lawannya.

No comments:
Post a Comment